Menu dan Sub Menu Aplikasi OpenSID

Beranda

  • Beranda

Info Desa

  • Wilayah Administratif
  • Identitas Desa
  • Pemerintah Desa
  • Lembaga Desa
  • Status Desa

Kependudukan

  • Penduduk
  • Keluarga
  • Rumah Tangga
  • Kelompok
  • Data Suplemen
  • Calon Pemilih
  • Catatan Peristiwa

Statistik

  • Statistik Kependudukan
  • Laporan Bulanan
  • Laporan Kelompok Rentan
  • Laporan Penduduk

Kehadiran

  • Pengaduan
  • Rekapitulasi
  • Hari Libur
  • Jam Kerja
  • Alasan Keluar

Kesehatan

  • Pendataan
  • Pemantauan
  • Vaksin
  • Stunting

Layanan Surat

  • Pengaturan Surat
  • Cetak Surat
  • Permohonan Surat
  • Arsip Layanan

Surat Dinas

  • Pengaturan Surat
  • Cetak Surat
  • Arsip Surat Dinas

Sekretariat

  • Informasi Publik
  • Inventaris
  • Klasifikasi Surat

Buku Administrasi Desa

Buku Administrasi Umum

a. Buku Peraturan di Desa

b. Buku Keputusan Kepala Desa

c. Buku Inventaris dan Kekayaan Desa

d. Buku Pemerintah Desa

e. Buku Tanah Kas Desa

f. Buku Tanah di Desa

g. Buku Agenda – Surat Keluar

h. Buku Agenda – Surat Masuk

i. Buku Ekspedisi

j. Buku Lembaran Desa dan Berita Desa

Buku Administrasi Penduduk

a. Buku Induk Penduduk

b. Buku Mutasi Penduduk Desa

c. Buku Rekapitulasi Jumlah Penduduk

d. Buku Penduduk Sementara

e. Buku KTP dan KK

Sikronisasi Laporan Penduduk

Buku Adminstrasi Pembangunan

a. Buku Rencana Kerja Pembangunan

b. Buku Kegiatan Pembangunan

c. Buku Inventaris Hasil-Hasil Pembangunan

d. Buku Kader Pemberdayaan Masyarakat

Arsip Desa

Keuangan

  • Import Data
  • Laporan
  • Input Data
  • Laporan Manual
  • Laporan APBDES

Analisis

Bantuan

Pembangunan

Lapak

Pengaduan

OpenDK

  • Pesan
  • Sinkronisasi

Pemetaan

  • Peta
  • Pengaturan Peta

Hubung Warga

  • Kirim Pesan
  • Daftar Kontak

Pengaturan

  • Modul
  • Paket Tambahan
  • Aplikasi
  • Pengguna
  • Database
  • Info Sistem
  • QR Code
  • Optimasi Gambar
  • Shortcut

Admin Web

  • Artikel
  • Kategori
  • Widget
  • Sinergi Program
  • Menu
  • Komentar
  • Galeri
  • Tema
  • Media Sosial
  • Slider
  • Teks Berjalan
  • Pengunjung
  • Pengaturan

Layanan Mandiri

  • Kontak Pesan
  • Pendaftar Layanan Mandiri
  • Gawai Layanan
  • Pendapat
  • Pengaturan

Satu Data

DTKS

Buku Tamu

  • Data Tamu
  • Data Kepuasan
  • Data Pertanyaan
  • Data Keperluan

Anjungan

  • Daftar Anjungan
  • Menu
  • Pengaturan

PPID

  • Daftar Dokumen
  • Permohonan Informasi
  • Permohonan Keberatan
  • Jenis Dokumen
  • Pengaturan
  • Menu

Cara Mengaktifkan Tema

untuk mengaktifkan Tema yang akan digunakan pada halaman website sebagai berikut :

2.png

sebelumnya tema yang aktif adalah Tema Esensi, Klik Aktif pada Tema Natra, maka tema yang aktif atau tema yang digunakan pada halaman website adalah Tema Natra.

Silakan cek pada halaman website untuk melihat perubahan temanya.

esensis.png

Pengaturan Tema

Untuk melakukan Pengaturan Tema yang akan digunakan pada halaman website sebagai berikut :

3.png
4.png

Perhatikan nama-nama isian pengaturan di setiap tema berbeda-beda. Pada Tema Premium lebih lengkap isian pengaturan temanya atau menyesuiakan dari perkembangan tema tersebut.

Unggah Tema

Fungsi tombol Unggah adalah untuk memasang tema dengan cara mengunggah folder tema yang diberikan oleh pengembang tema.

unggah1.png
unggah2.png
ungga3.png
unggah4.png

Lihat Tema

Fungsi tombol Lihat adalah untuk melihat tema yang Aktif.

lihat.png

Pindai Tema

Fungsi tombol Pindai adalah apabila pengguna sudah mengunggah folder tema, namun tema tidak tampil di halaman Tema, pengguna dapat menggunakan fungsi Pindai agar tema yang baru diunggah dapat tampil.

pindai.png

Tema Aplikasi OpenSID.

Untuk tampilan yang lebih menarik dan modern, OpenSID mendukung berbagai tema ada thema gratis dan ada thema premium. Untuk Thema premiumyang dapat dibeli dengan cara berlangganan, diantaranya:

A. Tema Gratis

  • Tema Esensi
  • Tema Natra
  • Tema Palanta

B. Tema Premium

  • Tema Batuah
  • Tema Denatra
  • Tema Denava
  • Tema Silir
  • Tema Pusako
  • Tema Custom

Install Aplikasi OpenSID

Kebutuhan Sistem

Untuk menjalankan OpenSID API ada beberapa kebutuhan teknis yang harus dipenuhi yaitu :

  • PHP versi 7.4 untuk OpenSID v2312.0.0 dan versi sebelumnya
  • PHP Extension mysqli dan driver pdo serta extension lainnya.
  • PHP minimal versi 8.0 untuk OpenSID v2400.0.0 dan setelahnya
  • Berjalan Optimal pada MySQL 5.7.x atau MariaDB 10.3.x (seperti situs https://demosid.opendesa.id dan https://berputar.opendesa.id )
  • Web Server (Apache, Nginx, IIS, Litespeed)

Untuk memudahkan, kebanyakan pengguna SID umumnya memakai XAMPP untuk menyiapkan server yang dibutuhkan pada server lokal.

PHP Extension

Selain versi PHP yg digunakan, perlu juga dilakukan penyesuaian PHP Extension sebelum atau sesudah menginstal OpenSID agar berjalan normal.

Adapun PHP Extension yg perlu diaktifkan yakni sbb :
curl

  • curl
  • exif
  • fileinfo
  • gd
  • iconv
  • json
  • mbstring
  • mysqli
  • mysqlnd
  • tidy
  • zip

Adapun PHP Extension yg perlu dinonaktifkan yakni sbb :

  • sqllite3

Jika aplikasi sudah terinstal, untuk melihat PHP Extension yg tidak aktif dengan cara yakni sebagai berikut :

  1. Login / Masuk ke OpenSID
  2. Pilih menu Pengaturan > Info Sistem > Kebutuhan Sistem
    kebutuhan_sistem.png

Instal Aplikasi

  1. Instal Aplikasi OpenSID dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya download source code atau menggunakan git.
  2. Aplikasi OpenSID rilis terbaru akan diinfokan di grup telegram OpenSID Premium atau dapat diunduh melalui repo https://github.com/OpenSID/rilis-premium/releases.
  3. Informasi mengenai catatan rilis tentang penambahan fitur, perbaikan bug, atau teknis ada pada tags repo tersebut.

localhost

Menggunakan file download .zip atau .tar.gz :

  1. Unduh salah satu source code yang ada dipaling bawah tags versi terbaru.
    source-code
  2. Exract hasil unduhan dan ubah menjadi folder opensid-laravel, kemudian buka folder opensid-laravel tersebut dengan menggunakan text editor seperti vs.code.
  3. Silakan lanjut ke langkah 3.

Langkah 3:

  1. Buat Database dan User, serta hak akses user untuk mengakses database. langkah-langkahnya selengkapnya dapat diikuti pada link ini.

Server Hosting

Install Aplikasi OpenSID di server sebaiknya menggunakan git dengan pertimbangan ketika update ke versi berikutnya akan lebih mudah. Berikut langkah instal Aplikasi OpenSID di Server Hosting:

cPanel

Proses Instalasi ini mulai di versi 2309.0.0 premium atau versi 2403.0.0 umum

  1. Login ke Cpanel.
    server-cpanel.png
  2. Pastikan domain sudah dapat diakses atau bisa cek di folder public_html
    a. Buka File Manager atau Pengelola File
    filemanager.png
    b. Buka public_html
    c. Tambahkan file index.php kemudian edit dengan mengisi kalimat misalkan domain dapat diakses.
    public_html.png
    d. Buka web browser
    webbrowser.png
  3. Setelah memastikan sudah dapat diakses, maka hapus folder public_html.
  4. Buat Database dan User, serta hak akses user untuk mengakses database. langkah-langkahnya selengkapnya dapat diikuti pada link ini.
  5. Buka Terminal.
    terminal-cpanel.png
  6. Jalankan perintah berikut untuk cloning source code dari repo rilis-premium
git clone https://github.com/OpenSID/rilis-premium.git public_html

Jika menggunakan versi umum maka menggunakan repo opensid

git clone https://github.com/OpenSID/OpenSID.git public_html
  1. Salin file htaccess.txt yang ada di folder public_html dan ubah namanya menjadi .htaccess.

Wajib Menggunakan .htaccess bawaan OpenSID, fungsi .htaccess adalah untuk menghilang index.php dan keamaman.

  1. Buka web browser dan buka alamat domainnya, sehingga muncul tampilan seperti dibawah ini, kemudian klik tombol Langkah berikutnya >.
    install-opensid.png
  2. Lakukan Konfigurasi.

Konfigurasi

Konfigurasi OpenSID dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  1. Pastikan semua persyaratan terpenuhi, yaitu extension untuk kebutuhan sistem.

Contoh yang belum terpenuhi syaratanya, jika sudah melengkapi kekurangan dari informasi tersebut, maka dapat klik tombol Muat Ulang :

cek-syarat.png

Contoh yang sudah terpenuhi syaratnya, jika sudah terpenuhi semua, maka dapat klik tombol Langkah Berikutnya > :

cek-syarat2.png
  1. Pastikan ijin tulis terpenuhi, jika sudah terpenuhi semua, maka dapat klik tombol Langkah Berikutnya >
    ijin-tulis.png
  2. Lakukan pengaturan koneksi database, kemudian tekan tombol Langkah Berikutnya >
    koneksi-database.png
  3. Pastikan koneksi database sudah berhasil, jika status berhasil maka klik tombol Langkah Berikutnya >
    koneksi-berhasil.png
  4. Menunggu proses migrasi database.
    mohon-tunggu.png
  5. Pengaturan Pengguna, kemudian klik tombol Langkah Berikutnya >
    pengaturan-pengguna.png
  6. Memasukan token premium, kemudian klik tombol Perbarui
    input-token.png

Untuk mendapatkan token dapat berlangganan premium di https://opendesa.id/mengonlinekan-opensid/

Masalah Instalasi

  1. Eror 500 This page isn’t working

eror500.png
Solusi:

  1. Cek pada log yang ada di `storage/logs/(nama_file_sesuai_tanggal).php
  2. Jika masih belum teridentifikasi hapus storage/framework/cache
  3. Jika masih mengalami eror dapat mundur versi terlebih dahulu, misalkan dengan perintah berikut:
git checkout tags/v2401.0.0

Buka browser.Untuk menjalankan OpenSID API ada beberapa kebutuhan teknis yang harus dipenuhi yaitu :

  • PHP versi 7.4 untuk OpenSID v2312.0.0 dan versi sebelumnya
  • PHP Extension mysqli dan driver pdo serta extension lainnya.
  • PHP minimal versi 8.0 untuk OpenSID v2400.0.0 dan setelahnya
  • Berjalan Optimal pada MySQL 5.7.x atau MariaDB 10.3.x (seperti situs https://demosid.opendesa.id dan https://berputar.opendesa.id )
  • Web Server (Apache, Nginx, IIS, Litespeed)

Untuk memudahkan, kebanyakan pengguna SID umumnya memakai XAMPP untuk menyiapkan server yang dibutuhkan pada server lokal.

PHP Extension

Selain versi PHP yg digunakan, perlu juga dilakukan penyesuaian PHP Extension sebelum atau sesudah menginstal OpenSID agar berjalan normal.

Adapun PHP Extension yg perlu diaktifkan yakni sbb :
curl

  • curl
  • exif
  • fileinfo
  • gd
  • iconv
  • json
  • mbstring
  • mysqli
  • mysqlnd
  • tidy
  • zip

Adapun PHP Extension yg perlu dinonaktifkan yakni sbb :

  • sqllite3

Jika aplikasi sudah terinstal, untuk melihat PHP Extension yg tidak aktif dengan cara yakni sebagai berikut :

  1. Login / Masuk ke OpenSID
  2. Pilih menu Pengaturan > Info Sistem > Kebutuhan Sistem
    kebutuhan_sistem.png

Instal Aplikasi

  1. Instal Aplikasi OpenSID dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya download source code atau menggunakan git.
  2. Aplikasi OpenSID rilis terbaru akan diinfokan di grup telegram OpenSID Premium atau dapat diunduh melalui repo https://github.com/OpenSID/rilis-premium/releases.
  3. Informasi mengenai catatan rilis tentang penambahan fitur, perbaikan bug, atau teknis ada pada tags repo tersebut.

localhost

Menggunakan file download .zip atau .tar.gz :

  1. Unduh salah satu source code yang ada dipaling bawah tags versi terbaru.
    source-code
  2. Exract hasil unduhan dan ubah menjadi folder opensid-laravel, kemudian buka folder opensid-laravel tersebut dengan menggunakan text editor seperti vs.code.
  3. Silakan lanjut ke langkah 3.

Langkah 3:

  1. Buat Database dan User, serta hak akses user untuk mengakses database. langkah-langkahnya selengkapnya dapat diikuti pada link ini.

Server Hosting

Install Aplikasi OpenSID di server sebaiknya menggunakan git dengan pertimbangan ketika update ke versi berikutnya akan lebih mudah. Berikut langkah instal Aplikasi OpenSID di Server Hosting:

cPanel

Proses Instalasi ini mulai di versi 2309.0.0 premium atau versi 2403.0.0 umum

  1. Login ke Cpanel.
    server-cpanel.png
  2. Pastikan domain sudah dapat diakses atau bisa cek di folder public_html
    a. Buka File Manager atau Pengelola File
    filemanager.png
    b. Buka public_html
    c. Tambahkan file index.php kemudian edit dengan mengisi kalimat misalkan domain dapat diakses.
    public_html.png
    d. Buka web browser
    webbrowser.png
  3. Setelah memastikan sudah dapat diakses, maka hapus folder public_html.
  4. Buat Database dan User, serta hak akses user untuk mengakses database. langkah-langkahnya selengkapnya dapat diikuti pada link ini.
  5. Buka Terminal.
    terminal-cpanel.png
  6. Jalankan perintah berikut untuk cloning source code dari repo rilis-premium
git clone https://github.com/OpenSID/rilis-premium.git public_html

Jika menggunakan versi umum maka menggunakan repo opensid

git clone https://github.com/OpenSID/OpenSID.git public_html
  1. Salin file htaccess.txt yang ada di folder public_html dan ubah namanya menjadi .htaccess.

Wajib Menggunakan .htaccess bawaan OpenSID, fungsi .htaccess adalah untuk menghilang index.php dan keamaman.

  1. Buka web browser dan buka alamat domainnya, sehingga muncul tampilan seperti dibawah ini, kemudian klik tombol Langkah berikutnya >.
    install-opensid.png
  2. Lakukan Konfigurasi.

Konfigurasi

Konfigurasi OpenSID dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  1. Pastikan semua persyaratan terpenuhi, yaitu extension untuk kebutuhan sistem.

Contoh yang belum terpenuhi syaratanya, jika sudah melengkapi kekurangan dari informasi tersebut, maka dapat klik tombol Muat Ulang :

cek-syarat.png

Contoh yang sudah terpenuhi syaratnya, jika sudah terpenuhi semua, maka dapat klik tombol Langkah Berikutnya > :

cek-syarat2.png
  1. Pastikan ijin tulis terpenuhi, jika sudah terpenuhi semua, maka dapat klik tombol Langkah Berikutnya >
    ijin-tulis.png
  2. Lakukan pengaturan koneksi database, kemudian tekan tombol Langkah Berikutnya >
    koneksi-database.png
  3. Pastikan koneksi database sudah berhasil, jika status berhasil maka klik tombol Langkah Berikutnya >
    koneksi-berhasil.png
  4. Menunggu proses migrasi database.
    mohon-tunggu.png
  5. Pengaturan Pengguna, kemudian klik tombol Langkah Berikutnya >
    pengaturan-pengguna.png
  6. Memasukan token premium, kemudian klik tombol Perbarui
    input-token.png

Untuk mendapatkan token dapat berlangganan premium di https://opendesa.id/mengonlinekan-opensid/

Masalah Instalasi

  1. Eror 500 This page isn’t working

eror500.png
Solusi:

  1. Cek pada log yang ada di `storage/logs/(nama_file_sesuai_tanggal).php
  2. Jika masih belum teridentifikasi hapus storage/framework/cache
  3. Jika masih mengalami eror dapat mundur versi terlebih dahulu, misalkan dengan perintah berikut:
git checkout tags/v2401.0.0
  1. Buka browser.

Fitur Utama Aplikasi OpenSID

  1. Administrasi Kependudukan: Mengelola data penduduk, keluarga, dan peristiwa penting seperti kelahiran, kematian, atau kepindahan.
  2. Layanan Surat: Membantu mengotomatisasi pembuatan berbagai jenis surat yang dibutuhkan oleh warga.
  3. Manajemen Keuangan: Mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) serta menyajikan laporannya secara transparan.
  4. Informasi Publik: Menyediakan portal desa yang berfungsi sebagai media untuk menyebarkan informasi, berita, dan agenda desa kepada masyarakat.
  5. Analisis Data: Mengolah data survei seperti Analisis Kemiskinan Partisipatif (AKP) dan data berkelanjutan seperti Profil Desa dan Kelurahan (Prodeskel).
  6. Manajemen Pertanahan: Mencatat dan mendokumentasikan data tanah warga.

Aplikasi OpenSID

OpenSID adalah Sistem Informasi Desa (SID) yang sengaja dirancang supaya terbuka dan dapat dikembangkan bersama-sama oleh komunitas peduli SID. OpenSID awalnya dikembangkan menggunakan SID dari Combine Resource Institution (CRI). SID CRI terakhir yang telah digabung dengan OpenSID adalah SID 3.10 yang diperoleh dari teman-teman di https://www.facebook.com/groups/OpenSID pada tanggal 15 Pebruari 2017.

Pengertian Aplikasi OpenSID

OpenSID adalah sebuah aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) yang bersifat terbuka (open source). Aplikasi ini dikembangkan oleh komunitas pegiat desa dan programmer relawan dengan tujuan utama membantu pemerintah desa dalam mengelola data dan administrasi desa secara digital, transparan, dan efisien.

Manfaat SID

Berikut ini dijelaskan secara singkat beberapa manfaat SID menurut pengertian di atas (tidak terbatas pada fitur yang ada di OpenSID saja).

  • Kantor desa lebih efisien
    Misalnya, dengan memakai OpenSID, kantor desa dapat menyediakan layanan surat keterangan pada warga jauh lebih cepat dibandingkan cara manual. Dengan OpenSID, data penduduk sudah tersimpan dan dapat diisikan secara otomatis pada surat yang bisa dicetak langsung.
  • Kantor desa lebih efektif
    Sebagai contoh, karena SID menyimpan data penduduk beserta atribut-atributnya, kantor desa dapat dengan mudah memilah data penduduk secara akurat berdasarkan kriteria yang diinginkan, sehingga bisa mentargetkan suatu program pemerintah secara tepat sasaran. Ini berbeda dengan proses serupa tanpa SID, di mana sering dilakukan penentuan sasaran program secara kira-kira dan tidak berbasis data.
  • Pemerintah desa lebih transparan
    Dengan SID, pemerintah desa dapat mengelola informasi kegiatan desa dalam bentuk yang mudah disajikan kepada warga dan lebih mudah diakses warga. Misalnya, kantor desa dapat memakai SID untuk mengelola informasi perencanaan pengembangan desa dan menampilkan informasi tersebut pada berbagai media, seperti di web desa, papan pengumuman dsbnya.
  • Pemerintah desa lebih akuntabel
    Dengan adanya informasi perencanaan, kegiatan pembangunan, penggunaan dana desa dsbnya di dalam SID yang mudah diakses warga, pemerintah desa akan dituntut untuk lebih akuntabel. Kantor desa akan mempunyai kesempatan untuk secara lebih mudah membuat laporan pertanggung-jawaban kegiatan, penggunaan dana desa dsbnya.
  • Layanan publik lebih baik
    Seperti disebut di atas, dengan SID kantor desa akan lebih efisien dan lebih efektif dalam melakukan fungsi dan tugas mereka. Karena salah satu tugas utama kantor desa adalah memberi layanan publik, fungsi ini pun akan lebih baik. Contoh sederhana yang diberikan di atas, warga akan bisa memperoleh surat keterangan yang mereka butuhkan secara lebih cepat dan dengan data yang lebih akurat.
  • Warga mendapat akses lebih baik pada informasi desa
    Dengan SID, informasi kependudukan, perencanaan, asset, anggaran dsbnya akan terrekam secara elektronik. Semua informasi tersebut mempunyai potensi untuk lebih mudah diakses oleh warga. Kantor desa mempunyai kesempatan untuk menyediakan fasilitas bagi warga untuk mengakses informasi desa dengan mudah, misalnya dengan menerbitkan informasi desa di web desa. Karena tahu data itu ada, warga juga mempunyai kesempatan untuk menuntut kantor desa untuk menyediakan akses pada informasi yang mereka butuhkan.
  • Warga dapat berpartisipasi lebih aktif dalam pembangunan desa
    Ketersediaan data dan informasi desa yang mudah diakses akan meningkatkan potensi warga untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa. Warga akan tahu kegiatan apa yang sedang berjalan dan apa yang direncanakan, sehingga dapat ikut mengawal kegiatan tersebut ataupun memberi usul, saran dan masukan lain terkait pembangunan desa. Lebih dari itu, SID juga mempunyai potensi untuk menyediakan media elektronik untuk menggalang partisipasi warga, seperti forum diskusi atau formulir komentar/usulan elektronik.

Proses Penerapan Sistem Informasi Desa

Laman ini menguraikan proses penerapan SID (dalam konteks aplikasi OpenSID).

Persiapan Penerapan SID

  1. Bentuk Tim Pengembangan SID, yang beranggotakan petugas kantor desa beserta wakil masyarakat
  2. Siapkan anggaran untuk:
    • Perangkat pendukung (PC, laptop, perangkat jaringan, akses internet)
    • Sewa domain dan hosting
    • Pelatihan dan bimbingan staf kantor desa dan petugas operasional SID
    • Pendampingan penerapan SID

Langkah Penerapan SID

  1. Sosialisasi
  2. Menyiapkan Perangkat Pendukung
  3. Menginstal SID
  4. Menyiapkan Aturan Pendukung
  5. Menyiapkan SDM Kantor Desa
  6. Menyiapkan Data Desa dan Data Penduduk
  7. Memasukkan Data Desa dan Data Penduduk
  8. Menyiapkan Bahan Web
  9. Memasukkan Bahan Web
  10. Menyiapkan Peluncuran Layanan SID
  11. Menyiapkan Peluncuran Web Desa

Setiap langkah dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Sosialisasi

  1. Peragaan dan loka karya bersama semua staf kantor desa, mencakup:
    • Keharusan adanya SID
    • Peran dan manfaat SID
    • Proses penerapan SID
    • Pengembangan SDM SID
  2. Pertemuan dan peragaan dengan masyarakat, mencakup:
    • Apa SID
    • Mengapa SID perlu
    • Mengajak masyarakat untuk berpartisipasi
    • Menjelaskan bagaimana masyarakat dapat berpartisipasi

Menyiapkan Perangkat Pendukung

  1. Pengadaan PC, laptop, perangkat jaringan, akses internet
  2. Memasang PC, laptop, perangkat jaringan, akses internet
  3. Mendaftar untuk domain desa.id
  4. Melatih staf kantor desa dalam penggunaan PC, laptop, perangkat jaringan, akses internet
  5. Mendaftar hosting SID online

Menginstal SID

  1. Mengunduh OpenSID versi terakhir dari https://github.com/OpenSID/OpenSID/releases
  2. Memasang SID di server utama kantor desa
  3. Memasang SID di server cadangan (seperti pada laptop petugas teknis)

Menyiapkan Aturan Pendukung

  1. Menentukan tugas pokok petugas SID, termasuk semua tugas operasional SID
  2. Menerbitkan SK pengangkatan petugas, jika dibutuhkan
  3. Menyusun alur dan prosedur layanan menggunakan SID

Menyiapkan SDM Kantor Desa

  1. Melakukan pelatihan pengoperasian SID kepada semua staf kantor desa
  2. Menyiapkan panduan penggunaan dan prosedur operasional SID

Menyiapkan Data Desa dan Data Penduduk

  1. Menyiapkan data desa:
    • Identitas Desa
    • Pemerintah Desa
    • Wilayah Administrasi
  2. Menyiapkan data penduduk:
    • Memperoleh data penduduk dari Dukcapil, arsip kantor desa, survei atau cara lain
    • Menyiapkan data penduduk dalam bentuk yang siap dimasukkan ke dalam database SID

Memasukkan Data Desa dan Data Penduduk

  1. Memasukkan data desa:
    • Identitas Desa
    • Pemerintah Desa
    • Wilayah Administrasi
  2. Memasukkan data penduduk:
    • Mengimpor data penduduk yang telah disiapkan
    • Memeriksa dan memperbaiki data penduduk agar semua data valid

Menyiapkan Bahan Web

  1. Merancang menu statis dan dinamis web awal
  2. Menyiapkan bahan tulisan artikel awal untuk menu statis dan dinamis
  3. Menyiapkan gambar pendukung tulisan artikel
  4. Menyiapkan kumpulan gambar awal untuk album galeri foto

Memasukkan Bahan Web

  1. Memasukkan menu statis dan dinamis web awal
  2. Memasukkan bahan tulisan artikel awal untuk menu statis dan dinamis
  3. Memasukkan gambar pendukung tulisan artikel
  4. Memasukkan kumpulan gambar awal untuk album galeri foto

Menyiapkan Peluncuran Layanan SID

  1. Review akhir:
    • Staf kantor desa semua jelas peran masing-masing
    • Alur dan prosedur layanan telah siap
    • Data desa dan dan data penduduk sudah lengkap dan valid
  2. Gladi resik layanan berbasis SID – staf kantor desa
  3. Gladi resik layanan berbasis SID yang melibatkan masyarakat
  4. Pengumuman peluncuran layanan SID desa
  5. Mengadakan acara peluncuruan layanan SID desa

Menyiapkan Peluncuran Web Desa

  1. Review akhir (rapat redaksi):
    • Menu statis dan dinamis
    • Isi setiap artikel
    • Isi gambar album galeri foto
    • Penampilan web lainnya
  2. Gladi resik pemakaian web desa – staf kantor desa
  3. Gladi resik pemakaian web desa yang melibatkan masyarakat
  4. Pengumuman peluncuran web desa
  5. Mengadakan acara peluncuruan web desa

Peran dan Tugas Pengelola SID

Secara umum, peran yang diperlukan untuk pengoperasian SID (dalam konteks aplikasi OpenSID) adalah sebagai berikut. Seorang petugas kantor desa bisa saja merangkap beberapa peran SID, dan sebaliknya suatu peran bisa saja diberikan kepada beberapa petugas, sesuai dengan skala kantor desa dan tugas-tugas mereka.

  1. Penanggung-jawab SID
  2. Petugas Teknis SID
  3. Operator SID
  4. Petugas Data Entri

Penanggung-jawab SID

Tugas penanggung-jawab SID antara lain untuk:

  • Koordinasi semua kegiatan SID
  • Memantau pengoperasian SID
  • Merencanakan pengembangan SID
  • Berperan sebagai ‘pahlawan’ SID
  • Melakukan koordinasi dengan pihak penyedia jasa dalam rangka pelaksanaan kegiatan baik teknis maupun administrasi.

Petugas Teknis SID

Tugas petugas teknis SID antara lain untuk:

  • Melakukan perbaikan jika terjadi error atau kerusakan pada SID.
  • Menginstall rilis terbaru OpenSID (jika ada).
  • Mengikuti perkembangan SID melalui online dan offline.
  • Meng-onlinekan website desa.
  • Melakukan backup database desa dan folder desa secara rutin.
  • Menyiapkan perangkat-perangkat pendukung (laptop, PC, jaringan)

Operator SID

Tugas operator SID antara lain untuk:

  • Memberikan pelayanan kepada masyarakat menggunakan SID
  • Mengubah dan menambah artikel terbaru
  • Mengelola komentar.
  • Mencetak laporan data kependudukan.
  • Memasukan bahan artikel.
  • Memasukan bahan untuk menu (menu statis dan dinamis).
  • Mengelola data penduduk dan profil desa.
  • Melakukan backup database desa dan folder desa secara rutin.

Petugas Data Entri

Tugas petugas data entri antara lain untuk:

  • Melakukan verifikasi data sebelum dientri.
  • Mengentri data penduduk dan desa.
  • Mengedit data yang sudah dientri (jika terjadi kesalahan data)
  • Membantu menyelesaikan data yang sama (dobel).

Sejarah SID

Tentang SID
Sistem Informasi Desa (SID) adalah sebuah platform teknologi informasi komunikasi untuk mendukung pengelolaan sumber daya komunitas di tingkat desa. Ini bersifat terbuka bagi siapa saja yang akan bergabung dalam gerakan membangun kemandirian komunitas. Konsep pengelolaan sumber daya berada dalam payung besar gagasan Lumbung Komunitas yang dikelola oleh COMBINE Resource Institution.

Sekilas pandang sistem informasi desa
Aplikasi Gratis untuk desa yang berbasis Opensource, SID merupakan inisiatif Combine resource institution, sebuah organisasi masyarakat sipil yang sangat tekun dan dedikatif dalam mengembangkan informasi dan komunikasi alternatif berbasis masyarakat.

Awal mula SID
“Awalnya ada keinginan dari pemerintah Desa Balerante yang berharap pelayanan pemerintah desa bisa seperti pengunjung rumah sakit yang ingin mencari data pasien rawat inap, tinggal ketik nama di komputer, maka data tersebut akan keluar”
(Mart Widarto, pengelola Program Lumbung Komunitas)
Program ini mulai dibuat dari awal 2006:
1. (2006) komunitas melakukan komunikasi dan diskusi lepas tentang sebuah sistem yang bisa digunakan untuk menyimpan data.
2. (2008) Rangkaian FDG dengan pemerintah desa membahas tentang tata kelola pendokumentasian di desa
3. (2009) Ujicoba SID yang sudah dikembangkan di balerante
4. (2009-2010) Membangun SID (aplikasi) dibeberapa desa yang lain: terong (bantul), Nglegi (Gunungkidul)
5. (2011) Kandangan (Temanggung) Gilangharjo (bantul) Girikarto (gunungkidul) Talun (klaten) Pager Gunung (magelang)
6. hingga saat ini 2013 sudah banyak desa pengguna SID.

SID sebagai tanggapan atas kebutuhan:
Kalau dulu untuk mencari data penduduk menurut kelompok umur saja kesulitan karena tidak mempunyai databasenya. Dengan adanya SID menjadi lebih mudah.
(Nuryanto, Kabag Pelayanan Pemdes Terong)

Membangun sebuah sistem bukan hanya membuatkan software dan meninggalkan begitu saja, namun ada upaya untuk memadukan sistem dengan kebutuhan yang ada pada desa. sehingga software dapat memenuhi kebutuhan yang telah ada bukan memaksakan desa untuk mengikuti dan berpindah sistem. inilah yang melatari combine melaksanakan alur pengaplikasian software.
1. Bentuk tim kerja bersama pemerintah desa
2. Diskusikan basis data apa saja yang diperlukan untuk warga
3. Himpun data kependudukan warga dari Kartu Keluarga (KK)
4. Daftarkan proyek SID dan dapatkan aplikasi softwarenya di http://abcd.lumbungkomunitas.net
5. Install aplikasi software SID di komputer desa
6. Entry data penduduk ke SID
7. Basis data kependudukan sudah bisa dimanfaatkan
8. Diskusikan rencana pengembangan SID sesuai kebutuhan desa
9. Sebarluaskan informasi desa melalui beragam media untuk warga
(Elanto Wijoyono, pengelola Program Lumbung Komunitas)

Pemberdayaan data desa yang dibangun diharapkan dapat menjunjung kesejahteraan masyarakat desa, data-data tersebut dapat diperuntukkan untuk riset lebih lanjut tentang kemiskinan, tanggap bencana, sumberdaya desa yang bisa diekspose keluar dan dengan menghubungkan dari desa ke desa dapat mencontohkan banyak hal dalam keberhasilan pemberdayaannya.
(sumber: Buku Sistem Informasi Desa)

Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam mengaplikasikan SID
1. SID mencoba masuk keranah paling kecil dari penduduk, dengan tujuan menyatukan warga masyarakat bersama perangkat desa bersama-sama memajukan desa dengan memanfaatkan informasi dan jaringan. Konsep gotong royong sebagai kearifan lokal dipertahankan dan dikuatkan kembali.
2. Data yang dikumpulkan dijaga kerahasiaanya dari publik, Keamanan data pribadi warga mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Penerapan sistem informasi administrasi kependudukan diatur dalam Keputusan Presiden (Keppres) No. 88/2004 tentang pengelolaan administrasi kependudukan, Undang-Undang (UU) No. 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 18/2005 serta Peraturan Pemerintah (PP) No. 37 tahun 2007 tentang administrasi kependudukan. Pencatatan data penduduk suatu daerah yang melalui sistem informasi administrasi kependudukan menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan kota dimana dalam pelaksanaannya diawali dari desa dan kelurahan sebagai awal dari pendataan penduduk disuatu daerah.
3. Software SID hanyalah sebuah alat, yang membutuhkan ketrampilan dari pengguna alat. alat ini bisa menjadi kekuatan desa apabila digunakan dengan semestinya, namun juga bisa menjadi bumerang ketika jatuh ketangan yang salah.

Pengembangan dengan ACCESS
ACCESS yang memiliki pengalaman melakukan participatory poverty assessment dengan pendekatan Community Led Action and participatory Process (CLAPP) dimana melibatkan warga secara partisipatif dalam menyusun dan menghasilkan data yang valid. Yang kemudian Memanfaatkan SAID (Sistem Administrasi dan Informasi Desa) sebagai “mesin†untuk memanfaatkan database partisipatif yang diperoleh.
ACCESS bekerjasama dengan Combine Resource Institution (CRI) bersama mengembangkan SAID di sejumlah desa di wilayah dampingan ACCESS, dan beberapa daerah telah menyatakan minatnya sebagai bagian dari upaya mereka menyediakan informasi terbaru yang lebih akurat di level yang paling bawah yaitu desa/kelurahan. Hal ini dirasakan karena Indonesia masih menghadapi kesulitan terkait dengan ketepatan data dan SAID membantu menyediakan data tersebut dari desa ke atas.