untuk mengaktifkan Tema yang akan digunakan pada halaman website sebagai berikut :
sebelumnya tema yang aktif adalah Tema Esensi, Klik Aktif pada Tema Natra, maka tema yang aktif atau tema yang digunakan pada halaman website adalah Tema Natra.
Silakan cek pada halaman website untuk melihat perubahan temanya.
Pengaturan Tema
Untuk melakukan Pengaturan Tema yang akan digunakan pada halaman website sebagai berikut :
Perhatikan nama-nama isian pengaturan di setiap tema berbeda-beda. Pada Tema Premium lebih lengkap isian pengaturan temanya atau menyesuiakan dari perkembangan tema tersebut.
Unggah Tema
Fungsi tombol Unggah adalah untuk memasang tema dengan cara mengunggah folder tema yang diberikan oleh pengembang tema.
Lihat Tema
Fungsi tombol Lihat adalah untuk melihat tema yang Aktif.
Pindai Tema
Fungsi tombol Pindai adalah apabila pengguna sudah mengunggah folder tema, namun tema tidak tampil di halaman Tema, pengguna dapat menggunakan fungsi Pindai agar tema yang baru diunggah dapat tampil.
Untuk tampilan yang lebih menarik dan modern, OpenSID mendukung berbagai tema ada thema gratis dan ada thema premium. Untuk Thema premiumyang dapat dibeli dengan cara berlangganan, diantaranya:
Informasi mengenai catatan rilis tentang penambahan fitur, perbaikan bug, atau teknis ada pada tags repo tersebut.
localhost
Menggunakan file download.zip atau .tar.gz :
Unduh salah satu source code yang ada dipaling bawah tags versi terbaru.
Exract hasil unduhan dan ubah menjadi folder opensid-laravel, kemudian buka folder opensid-laravel tersebut dengan menggunakan text editor seperti vs.code.
Silakan lanjut ke langkah 3.
Langkah 3:
Buat Database dan User, serta hak akses user untuk mengakses database. langkah-langkahnya selengkapnya dapat diikuti pada link ini.
Server Hosting
Install Aplikasi OpenSID di server sebaiknya menggunakan git dengan pertimbangan ketika update ke versi berikutnya akan lebih mudah. Berikut langkah instal Aplikasi OpenSID di Server Hosting:
cPanel
Proses Instalasi ini mulai di versi 2309.0.0 premium atau versi 2403.0.0 umum
Login ke Cpanel.
Pastikan domain sudah dapat diakses atau bisa cek di folderpublic_html a. Buka File Manager atau Pengelola File b. Buka public_html c. Tambahkan file index.php kemudian edit dengan mengisi kalimat misalkan domain dapat diakses. d. Buka web browser
Setelah memastikan sudah dapat diakses, maka hapus folderpublic_html.
Buat Database dan User, serta hak akses user untuk mengakses database. langkah-langkahnya selengkapnya dapat diikuti pada link ini.
Buka Terminal.
Jalankan perintah berikut untuk cloning source code dari repo rilis-premium
Informasi mengenai catatan rilis tentang penambahan fitur, perbaikan bug, atau teknis ada pada tags repo tersebut.
localhost
Menggunakan file download.zip atau .tar.gz :
Unduh salah satu source code yang ada dipaling bawah tags versi terbaru.
Exract hasil unduhan dan ubah menjadi folder opensid-laravel, kemudian buka folder opensid-laravel tersebut dengan menggunakan text editor seperti vs.code.
Silakan lanjut ke langkah 3.
Langkah 3:
Buat Database dan User, serta hak akses user untuk mengakses database. langkah-langkahnya selengkapnya dapat diikuti pada link ini.
Server Hosting
Install Aplikasi OpenSID di server sebaiknya menggunakan git dengan pertimbangan ketika update ke versi berikutnya akan lebih mudah. Berikut langkah instal Aplikasi OpenSID di Server Hosting:
cPanel
Proses Instalasi ini mulai di versi 2309.0.0 premium atau versi 2403.0.0 umum
Login ke Cpanel.
Pastikan domain sudah dapat diakses atau bisa cek di folderpublic_html a. Buka File Manager atau Pengelola File b. Buka public_html c. Tambahkan file index.php kemudian edit dengan mengisi kalimat misalkan domain dapat diakses. d. Buka web browser
Setelah memastikan sudah dapat diakses, maka hapus folderpublic_html.
Buat Database dan User, serta hak akses user untuk mengakses database. langkah-langkahnya selengkapnya dapat diikuti pada link ini.
Buka Terminal.
Jalankan perintah berikut untuk cloning source code dari repo rilis-premium
Administrasi Kependudukan: Mengelola data penduduk, keluarga, dan peristiwa penting seperti kelahiran, kematian, atau kepindahan.
Layanan Surat: Membantu mengotomatisasi pembuatan berbagai jenis surat yang dibutuhkan oleh warga.
Manajemen Keuangan: Mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) serta menyajikan laporannya secara transparan.
Informasi Publik: Menyediakan portal desa yang berfungsi sebagai media untuk menyebarkan informasi, berita, dan agenda desa kepada masyarakat.
Analisis Data: Mengolah data survei seperti Analisis Kemiskinan Partisipatif (AKP) dan data berkelanjutan seperti Profil Desa dan Kelurahan (Prodeskel).
Manajemen Pertanahan: Mencatat dan mendokumentasikan data tanah warga.
OpenSID adalah Sistem Informasi Desa (SID) yang sengaja dirancang supaya terbuka dan dapat dikembangkan bersama-sama oleh komunitas peduli SID. OpenSID awalnya dikembangkan menggunakan SID dari Combine Resource Institution (CRI). SID CRI terakhir yang telah digabung dengan OpenSID adalah SID 3.10 yang diperoleh dari teman-teman di https://www.facebook.com/groups/OpenSID pada tanggal 15 Pebruari 2017.
Pengertian Aplikasi OpenSID
OpenSID adalah sebuah aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) yang bersifat terbuka (open source). Aplikasi ini dikembangkan oleh komunitas pegiat desa dan programmer relawan dengan tujuan utama membantu pemerintah desa dalam mengelola data dan administrasi desa secara digital, transparan, dan efisien.
Berikut ini dijelaskan secara singkat beberapa manfaat SID menurut pengertian di atas (tidak terbatas pada fitur yang ada di OpenSID saja).
Kantor desa lebih efisien Misalnya, dengan memakai OpenSID, kantor desa dapat menyediakan layanan surat keterangan pada warga jauh lebih cepat dibandingkan cara manual. Dengan OpenSID, data penduduk sudah tersimpan dan dapat diisikan secara otomatis pada surat yang bisa dicetak langsung.
Kantor desa lebih efektif Sebagai contoh, karena SID menyimpan data penduduk beserta atribut-atributnya, kantor desa dapat dengan mudah memilah data penduduk secara akurat berdasarkan kriteria yang diinginkan, sehingga bisa mentargetkan suatu program pemerintah secara tepat sasaran. Ini berbeda dengan proses serupa tanpa SID, di mana sering dilakukan penentuan sasaran program secara kira-kira dan tidak berbasis data.
Pemerintah desa lebih transparan Dengan SID, pemerintah desa dapat mengelola informasi kegiatan desa dalam bentuk yang mudah disajikan kepada warga dan lebih mudah diakses warga. Misalnya, kantor desa dapat memakai SID untuk mengelola informasi perencanaan pengembangan desa dan menampilkan informasi tersebut pada berbagai media, seperti di web desa, papan pengumuman dsbnya.
Pemerintah desa lebih akuntabel Dengan adanya informasi perencanaan, kegiatan pembangunan, penggunaan dana desa dsbnya di dalam SID yang mudah diakses warga, pemerintah desa akan dituntut untuk lebih akuntabel. Kantor desa akan mempunyai kesempatan untuk secara lebih mudah membuat laporan pertanggung-jawaban kegiatan, penggunaan dana desa dsbnya.
Layanan publik lebih baik Seperti disebut di atas, dengan SID kantor desa akan lebih efisien dan lebih efektif dalam melakukan fungsi dan tugas mereka. Karena salah satu tugas utama kantor desa adalah memberi layanan publik, fungsi ini pun akan lebih baik. Contoh sederhana yang diberikan di atas, warga akan bisa memperoleh surat keterangan yang mereka butuhkan secara lebih cepat dan dengan data yang lebih akurat.
Warga mendapat akses lebih baik pada informasi desa Dengan SID, informasi kependudukan, perencanaan, asset, anggaran dsbnya akan terrekam secara elektronik. Semua informasi tersebut mempunyai potensi untuk lebih mudah diakses oleh warga. Kantor desa mempunyai kesempatan untuk menyediakan fasilitas bagi warga untuk mengakses informasi desa dengan mudah, misalnya dengan menerbitkan informasi desa di web desa. Karena tahu data itu ada, warga juga mempunyai kesempatan untuk menuntut kantor desa untuk menyediakan akses pada informasi yang mereka butuhkan.
Warga dapat berpartisipasi lebih aktif dalam pembangunan desa Ketersediaan data dan informasi desa yang mudah diakses akan meningkatkan potensi warga untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa. Warga akan tahu kegiatan apa yang sedang berjalan dan apa yang direncanakan, sehingga dapat ikut mengawal kegiatan tersebut ataupun memberi usul, saran dan masukan lain terkait pembangunan desa. Lebih dari itu, SID juga mempunyai potensi untuk menyediakan media elektronik untuk menggalang partisipasi warga, seperti forum diskusi atau formulir komentar/usulan elektronik.
Secara umum, peran yang diperlukan untuk pengoperasian SID (dalam konteks aplikasi OpenSID) adalah sebagai berikut. Seorang petugas kantor desa bisa saja merangkap beberapa peran SID, dan sebaliknya suatu peran bisa saja diberikan kepada beberapa petugas, sesuai dengan skala kantor desa dan tugas-tugas mereka.
Penanggung-jawab SID
Petugas Teknis SID
Operator SID
Petugas Data Entri
Penanggung-jawab SID
Tugas penanggung-jawab SID antara lain untuk:
Koordinasi semua kegiatan SID
Memantau pengoperasian SID
Merencanakan pengembangan SID
Berperan sebagai ‘pahlawan’ SID
Melakukan koordinasi dengan pihak penyedia jasa dalam rangka pelaksanaan kegiatan baik teknis maupun administrasi.
Petugas Teknis SID
Tugas petugas teknis SID antara lain untuk:
Melakukan perbaikan jika terjadi error atau kerusakan pada SID.
Menginstall rilis terbaru OpenSID (jika ada).
Mengikuti perkembangan SID melalui online dan offline.
Meng-onlinekan website desa.
Melakukan backup database desa dan folder desa secara rutin.
Tentang SID Sistem Informasi Desa (SID) adalah sebuah platform teknologi informasi komunikasi untuk mendukung pengelolaan sumber daya komunitas di tingkat desa. Ini bersifat terbuka bagi siapa saja yang akan bergabung dalam gerakan membangun kemandirian komunitas. Konsep pengelolaan sumber daya berada dalam payung besar gagasan Lumbung Komunitas yang dikelola oleh COMBINE Resource Institution. Sekilas pandang sistem informasi desa Aplikasi Gratis untuk desa yang berbasis Opensource, SID merupakan inisiatif Combine resource institution, sebuah organisasi masyarakat sipil yang sangat tekun dan dedikatif dalam mengembangkan informasi dan komunikasi alternatif berbasis masyarakat. Awal mula SID “Awalnya ada keinginan dari pemerintah Desa Balerante yang berharap pelayanan pemerintah desa bisa seperti pengunjung rumah sakit yang ingin mencari data pasien rawat inap, tinggal ketik nama di komputer, maka data tersebut akan keluar” (Mart Widarto, pengelola Program Lumbung Komunitas) Program ini mulai dibuat dari awal 2006: 1. (2006) komunitas melakukan komunikasi dan diskusi lepas tentang sebuah sistem yang bisa digunakan untuk menyimpan data. 2. (2008) Rangkaian FDG dengan pemerintah desa membahas tentang tata kelola pendokumentasian di desa 3. (2009) Ujicoba SID yang sudah dikembangkan di balerante 4. (2009-2010) Membangun SID (aplikasi) dibeberapa desa yang lain: terong (bantul), Nglegi (Gunungkidul) 5. (2011) Kandangan (Temanggung) Gilangharjo (bantul) Girikarto (gunungkidul) Talun (klaten) Pager Gunung (magelang) 6. hingga saat ini 2013 sudah banyak desa pengguna SID.
SID sebagai tanggapan atas kebutuhan: Kalau dulu untuk mencari data penduduk menurut kelompok umur saja kesulitan karena tidak mempunyai databasenya. Dengan adanya SID menjadi lebih mudah. (Nuryanto, Kabag Pelayanan Pemdes Terong)
Membangun sebuah sistem bukan hanya membuatkan software dan meninggalkan begitu saja, namun ada upaya untuk memadukan sistem dengan kebutuhan yang ada pada desa. sehingga software dapat memenuhi kebutuhan yang telah ada bukan memaksakan desa untuk mengikuti dan berpindah sistem. inilah yang melatari combine melaksanakan alur pengaplikasian software. 1. Bentuk tim kerja bersama pemerintah desa 2. Diskusikan basis data apa saja yang diperlukan untuk warga 3. Himpun data kependudukan warga dari Kartu Keluarga (KK) 4. Daftarkan proyek SID dan dapatkan aplikasi softwarenya di http://abcd.lumbungkomunitas.net 5. Install aplikasi software SID di komputer desa 6. Entry data penduduk ke SID 7. Basis data kependudukan sudah bisa dimanfaatkan 8. Diskusikan rencana pengembangan SID sesuai kebutuhan desa 9. Sebarluaskan informasi desa melalui beragam media untuk warga (Elanto Wijoyono, pengelola Program Lumbung Komunitas)
Pemberdayaan data desa yang dibangun diharapkan dapat menjunjung kesejahteraan masyarakat desa, data-data tersebut dapat diperuntukkan untuk riset lebih lanjut tentang kemiskinan, tanggap bencana, sumberdaya desa yang bisa diekspose keluar dan dengan menghubungkan dari desa ke desa dapat mencontohkan banyak hal dalam keberhasilan pemberdayaannya. (sumber: Buku Sistem Informasi Desa) Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam mengaplikasikan SID 1. SID mencoba masuk keranah paling kecil dari penduduk, dengan tujuan menyatukan warga masyarakat bersama perangkat desa bersama-sama memajukan desa dengan memanfaatkan informasi dan jaringan. Konsep gotong royong sebagai kearifan lokal dipertahankan dan dikuatkan kembali. 2. Data yang dikumpulkan dijaga kerahasiaanya dari publik, Keamanan data pribadi warga mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Penerapan sistem informasi administrasi kependudukan diatur dalam Keputusan Presiden (Keppres) No. 88/2004 tentang pengelolaan administrasi kependudukan, Undang-Undang (UU) No. 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 18/2005 serta Peraturan Pemerintah (PP) No. 37 tahun 2007 tentang administrasi kependudukan. Pencatatan data penduduk suatu daerah yang melalui sistem informasi administrasi kependudukan menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan kota dimana dalam pelaksanaannya diawali dari desa dan kelurahan sebagai awal dari pendataan penduduk disuatu daerah. 3. Software SID hanyalah sebuah alat, yang membutuhkan ketrampilan dari pengguna alat. alat ini bisa menjadi kekuatan desa apabila digunakan dengan semestinya, namun juga bisa menjadi bumerang ketika jatuh ketangan yang salah. Pengembangan dengan ACCESS ACCESS yang memiliki pengalaman melakukan participatory poverty assessment dengan pendekatan Community Led Action and participatory Process (CLAPP) dimana melibatkan warga secara partisipatif dalam menyusun dan menghasilkan data yang valid. Yang kemudian Memanfaatkan SAID (Sistem Administrasi dan Informasi Desa) sebagai “mesin†untuk memanfaatkan database partisipatif yang diperoleh. ACCESS bekerjasama dengan Combine Resource Institution (CRI) bersama mengembangkan SAID di sejumlah desa di wilayah dampingan ACCESS, dan beberapa daerah telah menyatakan minatnya sebagai bagian dari upaya mereka menyediakan informasi terbaru yang lebih akurat di level yang paling bawah yaitu desa/kelurahan. Hal ini dirasakan karena Indonesia masih menghadapi kesulitan terkait dengan ketepatan data dan SAID membantu menyediakan data tersebut dari desa ke atas.